Intrik Politik Nan Menggelitik Dari Kisah Dalam Kota

Intrik Politik Nan Menggelitik Dari Kisah Dalam Kota

Suara alunan para pemusik mulai bergema di Function hall Universitas Multimedia Nusantara pada Kamis (8/12) , satu persatu lampu sorot mulai dinyalakan sesuai urutan. Pentas teater Katak yang ke 47 itu pun dibuka.

Con_kisahdalamkota

Berlokasi disebuah kota yang kini sedang riuh dengan pemilihan walikota baru, Kisah dalam Kota dibuka dengan adegan salah satu calon walikota bernama Weber yang diperankan oleh Suluh,  menggelar orasinya dipusat kota bersama penasehatnya yang bernama Klaus.

Con_kisahdalamkota2Para rakyat pun terpukau akan janji-janji yang Weber ucapkan namun tiba-tiba, dari barisan tempat duduk penonton, penonton dikejutkan dengan para pemain yang muncul dari barisan bangku penonton, mereka adalah para Ormas anti penyihir dalam cerita ini. Ormas anti penyihir ini berorasi dengan lantang akan penyihir yang menghantui kota itu. Isu tentang penyihir pun dipakai oleh sang calon walikota  Weber, untuk mengambil simpati masyarakat. Namun tidak untuk Bernadette salah satu warga di kota itu yang berpikir kritis dan logis ketika melihat isu yang semakin hari semakin menyebar.

Dibantu oleh Benetnatcsh seorang hantu yang dulunya adalah pangeran di sebuah negeri, Bernadette berusaha menyadarkan para warga, bahwa isu penyihir hanyalah rekayasa belaka untuk mendompleng nama sang calon wakil walikota.

Con_kisahdalamkota4Kisah dalam kota menyajikan sebuah cerita berdasarkan realitas yang ada. Dibumbui oleh sarkasme menggelitik perut, Kisah dalam Kota menunjukkan pada kita bahwa permainan isu dalam dunia politik merupakan salah satu alat orang-orang tertentu dalam mendompleng nama mereka, dan kita sebagai rakyat harus berpikir kritis,logis dan tidak mudah untuk dikompori terhadap isu-isu tersebut.

Pementasan ini berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 8 hingga 9 Desember 2016. Tepuk tangan yang sangat riuh menutup pementasan kisah dalam kota hari itu. Rencananya pementasan teater Katak selanjutnya akan digelar pada Februari 2017 tahun depan, nantikan pementasan dari Teater Katak selanjutnya.

Salam Tekoek koek Katak! (*)

by Elma Adisya- Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika | Sistem Informasi | Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi | Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia

4 × 1 =

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 11 =