Bekal Dasar Jurnalis di Era Konvergensi Media

Bekal Dasar Jurnalis di Era Konvergensi Media

Seminar Convergence from A to Z, Televisionair 2017 dibawakan oleh Agus Sunarto dari Voice of America (VOA) menjelaskan tantangan konvergensi media yang dihadapi jurnalis saat ini

Seminar Convergence from A to Z, Televisionair 2017 dibawakan oleh Agus Sunarto dari Voice of America (VOA) menjelaskan tantangan konvergensi media yang dihadapi jurnalis saat ini. Photo: Felysia Agustin

Dewasa ini era digital semakin berkembang, tak terkecuali dalam bidang media. Seminar Convergence from A to Z yang dilaksanakan di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjelaskan bagaimana tantangan yang dimiliki jurnalis di era digital ini. Agus Sunarto dari Voice Of America (VOA) selaku pembicara dalam seminar ini menjelaskan alasan kenapa media harus berkonvergensi di era penuh dengan teknologi ini.

Menurut KBBI, konvergensi memiliki arti keadaan menuju satu titik pertemuan, memusat. Konvergensi media sendiri memiliki arti pemusatan alur kerja newsroom dalam menugaskan jurnalis untuk meliput suatu berita sehingga menghasilkan konten multiplatform. Konvergensi media sendiri mendorong jurnalis masa kini untuk lebih kreatif dan serba bisa. Ada banyak hal yang harus disiapkan oleh calon jurnalis di era konvergensi media yang sedang berkembang ini.

Agus Sunarto dalam Seminar Convergence from A to Z di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dalam rangkaian acara Televisionair 2017

Agus Sunarto dalam Seminar Convergence from A to Z di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dalam rangkaian acara Televisionair 2017. Photo: Felysia Agustin

Sebelum adanya konvergensi media, jurnalis hanya perlu memfokuskan dirinya pada satu bidang. Ada jurnalis yang dikhususkan untuk mengambil gambar, atau menulis artikel saja. Namun, di era digital ini jurnalis dituntut untuk menghasilkan tulisan yang baik, mampu mengambil gambar baik berupa foto maupun video.

Tak hanya dari sisi kemampuan, jurnalis harus memiliki pengetahuan yang luas tentang banyak isu. Hal ini untuk menjawab tantangan lain yang dihadapi oleh jurnalis yaitu ancaman hoax. Hoax yang merupakan berita bohong lebih mudah dipercaya oleh masyarakat awam jika dibandingkan dengan berita yang sebenarnya. Sebagai jurnalis di era konvergensi media kita harus mampu menyajikan berita yang berimbang dan dapat menepis keberadaan hoax yang menimbulkan konflik tersebut.

Seminar “Convergence from A to Z” berlangsung pada tanggal 17 Maret 2017. Seminar ini  merupakan salah satu acara yang diselenggarakan oleh UMN TV dalam menyambut ulang tahun keduanya bertajuk Televisionair. Televisionair turut didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Selain seminar ada juga workshop dan juga sharing discussion media kampus.(*)

by: Livia Kristianti – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika | Sistem Informasi | Sistem Komputer | Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi | Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id

fourteen + sixteen =

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 4 =